Zat elektrolit dalam air akan
terionisasi menjadi ion-ion pembentuknya. Pengionan itu menyebabkan penambahan
jumlah partikel, sedangkan sifat koligatif bergantung pada banyaknya partikel
dalam larutan. Itulah sebabnya, sifat koligatif larutan elektrolit lebih besar
saripada sifat koligatif larutan nonelektrolit, untuk larutan-larutan yang
konsentrasinya sama.

Akibatnya, teori tentang kesetimbangan kimia berlaku juga pada
larutan elektrolit. Misalnya untuk menyatakan banyak atau sedikitnya zat
elektrolit yang terionisasi digunakan istilah derajat ionisasi atau derajat
disosiasi (α).
Elektrolit kuat, α = 1 (karena mudah terionisasi)
Elektrolit lemah, α < 1 (karena sukar terionisasi)
Untuk
menentukan sifat koligatif larutan elektolit, harus diperhitungkan faktor i atau faktor Van’t Hoff yaitu:
Sehubungan dengan hal tersebut maka penurunan tekanan uap jenuh,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik larutan
elektrolit dirumuskan sebagai berikut.
1.
Penurunan
Tekanan Uap Jenuh
2.
Kenaikan Titik Didih
3.
Penururan Titik Beku
4.
Tekanan Osmotik
Untuk pembahasan bentuk soal-soalnya dapat dilihat pada vidio dibawah ini :
0 komentar:
Posting Komentar